Putus Rantai Penularan Penyakit dengan STOP Buang Air Besar Sembarangan..!!
Administrator | 06 Juni 2026 | Dibaca 3 kali |

dokumentasi video edukasi BABS

Halo sobatsehat Puskesms Sungai Asam..

Masalah sanitasi kerap kali dianggap sebagai urusan privat yang sepele. Padahal, kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat modern. Bukan sekadar masalah aroma yang tidak sedap atau merusak pemandangan, BABS merupakan hulu dari berbagai penularan penyakit mematikan yang mengintai anak-anak kita.

Bahaya Terselubung di Balik BABS

Ketika seseorang buang air besar di sungai, kebun, atau selokan, kotoran tersebut tidak hilang begitu saja. Bakteri patogen, virus, dan parasit (seperti cacing) yang terkandung di dalamnya akan mencemari lingkungan.

Ada konsep yang dikenal dengan istilah Alur Kontaminasi 5F, yaitu bagaimana penyakit dari kotoran manusia menyebar ke manusia sehat:

  • Fluid (Cairan): Kotoran mencemari sumber air minum masyarakat.

  • Fields (Tanah/Lingkungan): Tanah tempat anak-anak bermain menjadi terkontaminasi.

  • Flies (Lalat): Lalat hinggap di kotoran, lalu terbang dan hinggap di makanan kita.

  • Fingers (Tangan): Tangan yang tidak dicuci setelah beraktivitas menyebarkan kuman ke mulut atau makanan.

  • Foods (Makanan): Makanan yang terkontaminasi dikonsumsi oleh manusia.

    Kriteria Jamban/WC Sehat: Lebih dari Sekadar Ada Kloset

    Memiliki WC saja tidak cukup jika pembuangannya masih langsung dialirkan ke sungai atau selokan terbuka. Jamban yang sehat harus memenuhi standar higienis agar benar-benar mampu memutus rantai penularan penyakit.

    Berikut adalah ciri-ciri utama Jamban Sehat:

    1. Tidak Mencemari Sumber Air: Jarak lubang penampungan kotoran (septic tank) minimal 10 meter dari sumur atau sumber air minum.

    2. Tidak Berbau dan Nyaman Digunakan: Dilengkapi dengan leher angsa pada kloset untuk mencegah bau dan menghalangi serangga masuk.

    3. Bebas dari Serangga dan Tikus: Area penampungan harus tertutup rapat agar tidak menjadi sarang lalat atau nyamuk.

    4. Mudah Dibersihkan: Lantai kedap air dan dibuat miring ke arah saluran pembuangan air limbah agar tidak ada air yang menggenang.

    5. Dilengkapi Air Bersih dan Sabun: Menyediakan sarana cuci tangan yang memadai di dalam atau di dekat WC.

      Yuk, Bersama Wujudkan Desa dan Kota Bebas BABS!

BAGIKAN :