Virus HMPV muncul di China, Tetap Waspada dan Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat
Administrator | 10 Januari 2025 | Dibaca 80 kali |

Poster HMPV

Jum'at, 10 Januari 2025

Saat ini wabah virus HMPV sedang merebak di wilayah China, virus HMPV (Human Metapneumovirus) merupakan virus yang menyebabkan penularan penyakit di bagian saluran pernapasan. HMPV ditemukan pada tahun 2021 namun dipercaya sudah bersirkulasi lama, karena secara hubungan kekerabatan dekat dengan Avian Meta Pneumo Virus (AMPV). kebanyakan infeksi HMPV bersifat ringan dan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus, meskipun pada beberapa kasus, terutama pada orang dengan risiko tinggi, infeksi dapat lebih serius dan memerlukan perawatan medis. 

Adapun gejala yang muncul pada penderita HMPV ini diantaranya :

Orang yang terpapar HMPV biasanya memiliki gejala yang mirip dengan orang yang terkena flu, seperti:

  1. Batuk kering atau berdahak,
  2. Pilek atau hidung tersumbat,
  3. Demam ringan hingga tinggi,
  4. Sakit tenggorokan,
  5. Sesak napas,
  6. Mudah lelah,
  7. Kehilangan nafsu makan.

Cara Penularan dan Pencegahan HMPV :

HMPV menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, seperti droplet dari batuk atau bersin, serta kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi, seperti gagang pintu atau mainan. Terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini, diantaranya adalah:

1. Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir.

2. Menghindari menyentuh daerah wajah, terutama mata, hidung, dan mulut.

3. Menggunakan masker saat berada di tempat umum atau di sekitar orang sakit.

4. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin.

5. Memastikan rumah memiliki ventilasi udara yang baik.

6. Menerapkan pola hidup sehat, termasuk makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Masa inkubasi virus HMPV berkisar antara 3–6 hari setelah paparan, sementara gejala HMPV biasanya berlangsung selama 2–5 hari, tetapi pada beberapa orang gejala tersebut dapat bertahan lebih lama. Jika gejala berlangsung lebih dari 10 hari atau muncul tanda-tanda seperti kesulitan bernapas, atau nyeri dada, segera konsultasikan dengan dokter.

BAGIKAN :